Rumah Minimalis Gaya Artisektur Tropis Jadi Idaman Masyarakat Modern

Arsitekturtropis.com – Rumah sebagai hunian memiliki fungsi sebagai tempat berlindung, serta memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Nyaman bisa diartikan bahwa rumah terasa sejuk, memiliki aliran udara yang lancar, cukup terang tanpa bantuan cahaya di siang hari, dan dapat membangkitkan mood pemilik. Semakin tingginya selera masyarakat akibat modernisasi membuat masyarakat bermimpi memiliki rumah yang sesuai dengan kepribadian si pemilik. Apalagi jika masyarakat memiliki segudang aktivitas dan mobilitas tinggi tentu akan cenderung memilih rumah yang bisa membangkitkan mood.

Sebagai wilayah tropis, tidak salah jika para masyarakat modern ini akan memilih rumah yang sesuai dengan iklim wilayahnya. Indonesia sebagai wilayah tropis dengan intensitas matahari tinggi serta curah hujan yang tinggi, tidak salah jika banyak masyarakat modern akan memilih rumah dengan mengadopsi gaya arsitektur tropis. Dimana rumah tropis ini pada materialnya banyak menggunakan unsur seperti batuan dan lapisan kayu. Sehingga membuat tampilannya menjadi tampak terlihat semakin segar dan membangkitkan mood kita.

Tidak hanya menyesuaikan arsitekturnya dengan kebutuhan dan kondisi iklim tropis di Indonesia, para masyarakat modern ini kebanyakan akan menggabungkan rumah tropis namun tidak meninggalkan gaya minimalisnya. Rumah minimalis dengan gaya arsitektur tropis yang diterapkan bisa diberikan sentuhan artistik dan elegan, serta didukung dengan penataan yang menyesuaikan mood pemilik sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Tidak lupa dalam rumah tropis juga harus memiliki keharmonisan sebagai bentuk merefleksikan kenyamanan ruang di dalamnya. Pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik disertai dengan tata ruang yang proporsional memberikan yang optimal sehingga mengalirkan suasana kekeluargaan.

Menciptakan rumah di daerah tropis merupakan sebuah tantangan bagi arsitek. Namun, para arsitek dapat mengatasinya dengan penciptaan aliran udara di dalam ruangan. Dalam segi pencahayaan, rumah minimalis bergaya arsitektur tropis bangunannya dapat melindungi dinding dari radiasi sinar matahari langsung. Para arsitek meyakini bahwa rumah yang terkena radiasi sinar matahari langsung pada dinding bangunannya dapat merambatkan panas kedalam ruang, sehingga dapat menaikan suhu dalam ruangan.

Dalam segi desain, ciri khas rumah bergaya arsitektur tropis memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara baik dan sangat efisien. Sehingga meminimalkan kerusakan lingkungan akibat desain arsitektur. Misalkan saja memanfaatkan sinar atau cahaya matahari untuk mengurangi atau menghilangkan pemakaian listrik sebagai penerangan buatan. Berbagai trik desain seperti atap yang tinggi, ventilasi yang baik, unsur tanaman dan perkerasan di sekitar rumah menjadi pendukung untuk konsep ini. Selain itu, untuk mengatur suhu alami bisa didukung dengan desain yang tidak memerlukan AC, karena sudah terasa dingin dan sejuk, didukung oleh pelestarian tanah dengan menanam banyak pohon untuk penghijauan.

Di era modern, keinginan masyarakat untuk memiliki rumah juga tinggi. Namun, kendala yang terjadi saat ini adalah lahan yang semakin sempit. Sehingga para arsitek harus memutar idenya untuk mendesain dengan seksama sehingga tetap memiliki taman yang menyegarkan area rumah, menjadi area peresapan air sehingga mengurangi banjir. Pembangunan rumah juga juga harus diperhatikan dimana pembangunan efisien menurut para ahli adalah yang cenderung vertikal, sehingga makin banyak lahan tersisa untuk penghijauan dan peresapan air tanah. Jangan khawatir, meski tidak memiliki taman di atas tanah, rumah tropis biasanya menggunakan taman di atap dengan bantuan dak beton. Bahkan, kini sudah menjadi tren. Sehingga rumah akan tetap ada area santai untuk keluarga menikmati alam yang berfungsi sebagai menaikkan mood pemilik.

By |2019-04-29T14:42:08+00:00April 29th, 2019|Blog|0 Comments
Message Us on WhatsApp